Tentang robusta yang mendunia

Kopi robusta

Robusta merupakan tanaman kopi dengan nama ilmiah Cofea canephora. Nama Robusta berasal dari kata “robust”. Sesuai dengan namanya, minuman yang diekstrak dari biji kopi robusta ini memiliki rasa yang kuat dan lebih pahit dibandingkan kopi arab.

Biji kopi robusta banyak digunakan sebagai bahan baku kopi instan dan kopi campur untuk menambah kekuatan cita rasa kopi. Selain itu sering digunakan untuk membuat minuman kopi berbahan dasar susu seperti capucino, cafe latte dan macchiato.

Biji kopi robusta dianggap inferior dan nilainya lebih rendah dari biji kopi arabika. Secara global, produksi Robusta adalah yang kedua setelah kopi Arab. Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi Robusta terbesar di dunia. Sebagian besar perkebunan kopi di negara ini menanam kopi Robusta, sedangkan sisanya adalah Arabika, Liberica, dan Excelsa.

Asal usul robusta

Kopi Robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1881 oleh seorang ahli botani Belgia. Robusta adalah tanaman asli Afrika, meliputi Kongo, Sudan, Liberia dan Uganda. Robusta dikembangkan secara besar-besaran di Indonesia oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20 Perkembangan kopi Robusta bermula dari bencana wabah karat daun atau Hemileia largeatrix pada tanaman kopi. Pada tahun 1878, sebagian besar perkebunan kopi di Indonesia rusak akibat penyakit tersebut. Kemudian, Belanda mengganti kopi Arab dengan Liberica. Namun pada tahun 1890, kopi liberika menderita penyakit yang sama

Pada tahun 1902, kopi Robusta diimpor dari Kebun Raya Jardine di Brussel, Belgia.  Setelah mempelajari tanaman ini, dipastikan lebih tahan terhadap karat daun. Kemudian pada tahun 1907, kopi Robusta digunakan sebagai pengganti kopi Liberika.Upaya ini berhasil, dan kopi Robusta lebih tahan terhadap karat daun.

Selama ini perkebunan kopi di Indonesia masih didominasi oleh kopi Robusta. Dalam perdagangan komoditas kopi global, Indonesia merupakan penghasil Kopi Robusta terbesar dunia setelah Vietnam dan Brazil. Kopi Robusta ditanam di lebih dari 80% perkebunan kopi di Indonesia, sekitar 17% perkebunan adalah kopi arabika, dan sebagian kecil ditanam di Liberica dan Excelsa.

Ketinggian pada penanaman biji robusta

Kopi Robusta tumbuh baik pada ketinggian 0-900 mdpl. Namun idealnya ditanam pada ketinggian 400-800 meter. Suhu rata-rata yang dibutuhkan oleh pabrik sekitar 26 ┬░ C, dan curah hujan tahunan 2000-3000 mm. Tanaman tumbuh baik di tanah dengan tingkat keasaman (pH) 5-6,5.

Bentuk tanaman

Pohon kopi robusta memiliki akar yang dangkal sehingga tidak begitu rentan terhadap kekeringan. Tanaman membutuhkan tanah yang kaya bahan organik untuk mendukung pertumbuhannya. Saat ditanam di dataran rendah, Robusta jauh lebih tahan terhadap karat daun dibandingkan Arabika.

tanaman robusta
tanaman robusta

Biji kopi robusta berbentuk lonjong dengan ujung meruncing. Daunnya tumbuh di batang, dahan dan dahan. Pada batang dan cabang daun tumbuh bergantian, sedangkan pada cabang daun tumbuh pada bidang yang sama. Dari segi ukuran, buah kopi robusta lebih kecil dari kopi arabika. Saat muda, kulitnya berwarna hijau dan merah saat dewasa. Buah yang matang menempel kuat pada batang dan tidak akan rontok seperti kopi arab. Bijinya cenderung lebih bulat dan ukurannya lebih kecil dari kopi arab.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *